NEWS TODAY

Latest News :
Recent News
View As:

Kesenian dan Kebudayaan Riau

Kesenian dan Kebudayaan Riau


Indonesia adalah negara kepulauan karean memiliki banyak pulang yang membentang dari sabang sampai merauke. Karena banyaknya pulau yang ada di Indonesia menyebabkan kebudayaan dan kesenian tiap daerah berbeda pula. Riau adalah salah satu provinsi daerah yang berada di Indonesia yang terletak di pulau Sumatra.
Kali ini saya akan mencoba untuk menerangkan dan menjelaskan beberapa kebudayaan yang ada di daerah ini. Riau memiliki kebudayaan dan kesenian yang khas dari daerahnya sendiri, kebudayaan yang ada di Riau memiliki ciri khas sebagai kebudayaan melayu. Adat dan kebudayaan melayu yang mengatur tingkah laku dan kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat yang tinggal dan berasal dari daerah ini. 


Kesenian dan Kebudayaan Riau
Berikut beberapa kebudayaan dan kesenian yang ada di Riau :
Rumah Adat
Riau memiliki beberapa jenis rumah adat karena identik yang dimiliki oleh daerah ini yaitu melayu, seperti : Balai Salaso Jatuh, Rumah Adat Salaso Jatuh Kembar, Rumah Melayu Atap Limas, Rumah Melayu Lipat Kajang dan Rumah Melayu Atap Lontik. Bentuk rumah tradisional daerah Riau pada umumnya adalah rumah panggung yang berdiri diatas tiang dengan bangunan persegi panjang
Salaso Jatuh

Rumah Lontik
Pakaian Adat
Baju untuk laki-laki Melayu Riau adalah Baju Kurung Cekak Musang atau Baju Kurung Teluk Belanga. Selain Baju Kurung Cekak Musang, busana pengantin laki-laki adalah kain samping bermotif serupa dengan celana dan baju, distar berbentuk mahkota dipakai di kepala, sebai warna kuning di bahu kiri, rantai panjang berbelit dua yang dikalungkan di leher, canggai yang dipakai di kelingking, sepat runcing di bagian depan, dan keris hulu burung serindit pendek yang diselipkan di sebela kiri. Sementara busana yang dikenakan perempuan berbeda-beda, perempuan memakai Baju Kurung Kebaya atau Kebaya Pendek. Kepala hanya memakai sanggul yang dihiasi dengan bunga-bunga. Pakaian pengantin perempuan pada Upacara Akad Nikah adalah Baju Kebaya Laboh atau Baju Kurung teluk. Kemudian, untuk pakaian pada waktu upacara Bersanding adalah Kebaya Laboh atau Baju Kurung Teluk Belanga.
Senjata Tradisional
Seperti daerah-daerah lain yang ada di Indonesia, Riau pun memiliki senjata tradisional dari daerah tersebut. Senjata tersebut bernama Tumbuk Lada, alat ini biasanya digunakan untuk peretempuran. Tumbuk lada memiliki beberapa bentuk diantaranya adalah bilah senjata tumbuk lada berbentuk badik seperti badik sulawesi akan tetapi yang membedakan adalah bentuk sarungnya.  Selain itu, ujung pangkal sarung senjata tumbuk lada berbentuk bundar yang dihiasi dengan ukiran yang dipahat. Lapisan pada sarung Tumbuk Lada adalah lapisan kepingan perak yang diukir dengan pola yang rumit
Tari Tradisional
Riau pun memiliki kesenian tari tradisional seperti tari tandak. Tari Tandak biasanya di pertunjukkan pada malam hari, tarian ini diawali dengan semua peserta tari tandak membentuk sebuah lingkaran dan saling berpegangan pundak setiap peserta, dan berjalan sambil mengangkat kaki dan menghentakannya ke tanah. Tarian ini bertujuan agar pemuda dan pemudi mempunyai kesempatan untuk bertemu. Tari Tandak menjadi media silaturahmi tempat bertemunya antara pemuda dan pemudi antar kampung. Banyak pasangan suami istri yang bermula dari pertemuan acara tari Tandak ini namun ada pula yang kisah cintanya tidak direstui pihak keluarga
Alat Musik Tradisional
Rebana Ubi
Rebana ubi digunakan sebagai alat komunikasi sederhana pada zaman itu karena bunyinya yang cukup keras. Jumlah pukulan pada rebana ubi memiliki makna tersendiri yang telah dipahami oleh masyarakt saat itu
Kordeon
Kordeon adalah alat musik yang berasal dari Riau. Alat musik ini bisa dimainkan dengan cara dipompa. Alat musik ini termasuk sulit untuk dimainkan. Tidak banyak yang dapat memainkannya.
Makanan Khas Riau
Riau memiliki makanan khas yang banyak disukai oleh wisatawan lokal maupun wisatawan manca negara yang berkunjung ke daerah ini. Makan khasnya seperti Bolu Kemojo, Lempuk Durian, Es Laksamana Mengamuk, Roti Jala, Kue Bangkit dan masih banyak yang lain
Bolu Kemejo

Diatas merupakan beberapa kesenian dan kebudayaan yang saya sebutkan yang ada di daerah Riau. Masih banyak kesenian dan kebudayaan yang ada di daerah tersebut. Untuk mengetahui kesenian dan kebudayaan yang lain bisa kita cari dengan membrowsing internet. Dengan kemajuan teknologi yang makin mutahir, informasi apapun yang kita cari dengan sekejab akan tertemu dengan cepat. Dengan mengetahui kesenian dan kebudayaan yang ada di Indonesia bisa menimbulkan rasa cinta dan bangga akan negri kita ini, karena keaneka ragaman yang ada di negara ini yang membuat kagum. Dan sebagai seorang penerus bangsa yang baik alangkah baiknya kita menjaga dan melestarikan kesenian dan kebudayaan yang sudah ada sejak jaman dahulu agar kesenian dan kebudayaan tersebut tidak punah di makan oleh jaman yang makin lama makin maju.

Rate it :

Kesenian dan Kebudayaan Nusa Tenggara Barat


Kebudayaan Nusa Tenggara Barat




Nusa Tenggara Barat adalah sebuah provinsi yang ada di Indonesia. Ibukota provinsi ini adalah Kota Mataram yang letaknya berada di pulau Lombok. Sesuai dengan namanya, provinsi ini meliputi bagian barat kepulauan Nusa Tenggara. Mayoritas penduduk Nusa Tenggara Barat beragama Islam (96%). Suku yang mendiamin Nusa Tenggara Barat bernama suku Sasak, dan merupakan penduduk asli dari Lombok
Provinsi Nusa Tenggara Barat mempunyai bermacam-macam kebudayaan , baik itu dalam hal seni tari , kerajinan tangan , pakaian adat , rumah adat , lagu daerah , alat musik daerah ,  upacara adat ,  makanan khas daerah sampai obyek wisata. Kali ini saya akan mencoba untuk membuat artikel mengenai kebudayaan dan kesenian yang ada di Nusa Tenggara Barat

Kebudayaan dan Kesenian NTB
            Indonesia memang kaya akan budaya, karena Indonesia memiliki banyak pulau dan pulau tersebut terdiri dari banyak provinsi. Seperti Nusa Tenggara Barat yang memiliki beragam kesenian dan kebudayaan khas NTB, diantaranya :
Rumah Adat
Rumah adat NTB bernama Dalam Loka Samawa. Berupa rumah panggung yang dibuat dari kayu jati. Terdiri dari dua lantai dengan beberapa ruangan seperti balairung, serambi depan, ruang keluarga sultan dan dapur.

Pakaian Adat
Pakaian adat Sasak bagi perempuan disebut Lambung. Yaitu baju tanpa lengan dengan kerah berbentuk hurup “V” dan sedikit hiasan di bagian gigir baju. Pakaian ini menggunakan bahan kain pelung. Sabuk anteng(ikat pinggang) yang dililitkan dan bagian ujungnya yang berumbai dijuntaikan di pinggang sebelah kiri. Bawahannya memakai kain panjang sampai lutut atau mata kaki dengan bordiran di tepi kain dengan motif kotak-kotak atau segitiga. Sebagai tambahan aksesoris, ditambahkan sepasang gelang dan gelang kaki berbahan perak. Sowang(anting-anting) berbentuk bulat terbuat dari daun lontar. Rambut diikat rapi dan sebagai aksen diselipkan bunga cempaka dan mawar, atau bisa juga disanggul dengan model punjung pliset. Untuk pakaian adat pria dari mulai kepala mengenakan ikat kepala yang disebut capuq atausapuk, sekilas melihat bentuk sapuk sasak tidak jauh berbeda dengan ikat kepala dari Bali. Sapuk untuk penggunaan sehari-hari selembar kain tenun berbentuk segitiga sama kaki, sedangkan untuk keperluan upacara adat atau ritual khusus biasanya menggunakan sapuk jadi atau perade yang berbahan Songket Benang Mas.Kemudian pria Sasak mengunakan pegonsebagai baju. Pegon merupakan variasi dari jas Eropa

Tari Tradisional
Banyak tari tradisional yang berasal dari Nusa Tenggara Barat, diantaranya yaitu Tari Lenggo dan Taro Batu Nganga. Tari Lenggo ada dua jenis yaitu Tari Lenggo Melayu Dan Lenggo Mbojo. Tari Siwe (tari perempuan), yaitu jenis tari yang dimainkan oleh para penari perempuan seperti lenggo siwe (lenggo Mbojo), toja, lengsara, katubu dan karaenta. Tari Mone (tari laki-laki), yaitu jenis tari yang dimainkan oleh penari laki-laki, seperti kanja, sere, soka, manca, lenggo mone (lenggo melayu) dan mpa’a sampari.
Lalu Tari Batu Nganga dimana Tari Batu Nganga merupakan sebuah tari berlatar belakang cerita rakyat yang mengisahkan tentang kecintaan rakyat terhadap putri raja yang masuk batu dan permohonan mereka agar sang putri dapat keluar dari dalam batu.

Kerajinan Asal NTB
Provinsi ini memiliki banyak kerajinan tangan yang berasal dari daerah ini diantaranya Gerabah Banyumulek dan Kain Tenun khas Nusa Tenggara Barat. Gerabah Banyumulek adalah kerajinan tangan khas Nusa Tenggara Barat yang dibuat dengan alat berupa lempengan bulat yang dapat diputar dengan tangan. Dan dapat terbuat dari bahan tanah liat dan tanah liat tersebut dibentuk dengan alat pemutar, setelah jadi tanah liat yang tadi sudah dibentuk dijemur dan dibakar.
Kain songket merupakan kain tenunan yang dibuat dengan teknik menambah benang pakan, hiasan dibuat dengan menyisipkan benang perak, emas atau benang warna di atas benang lungsi. Terkadang juga ada yang dihiasi dengan manik-manik, kerang atau uang logam.

Upacara Adat
Ada beberapa upacara adat yang biasa di lakukan oleh masyarakat NTB untuk memperingati hari-hari tertentu seperti : Upacara U’a Pua dan Upacara Perang Topat.
Upacara U’a Puamerupakan sebuah tradisi masyarakat Lombok yang dipengaruhi oleh ajaran Islam. Upacara U’a Pua dilaksanakan bersamaan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang juga dirangkai dengan penampilan atraksi Seni Budaya masyarakat Suku Mbojo (Bima) yang berlangsung selama 7 hari.Prosesi U’a Pua diawali dengan Pawai dari Istana Bima yang diikuti oleh semua Laskar Kesultanan, Keluarga Istana, Group Kesenian Tradisional Bima dengan dua Penari Lenggo yang dilengkapi dengan Upacara Ua Pua. Selama proses pawai berlangsung Group Kesenian terus memainkan Genda Mbojo, Silu dan Genda Lenggo. Ketika memasuki Istana, Penunggang Kuda menari dengan suka ria (Jara Sara’u), Sere, Soka dan lain-lain sampai Ketua Rombongan bertemu dengan Sultan yang diiringi dengan Penari Lenggo. Pada sa’at itu diserahkan ”Sere Pua” dan Al-Qur’an kepada Sultan. 
Upacara Perang Topat adalah salah satu upacara yang dilakukan oleh orang Sasak. Perang Topat adalah upacara ritual sebagai perwujudan rasa terima kasih kepada tuhan atas kemakmuran berupa tanah yang subur, banyak hujan. Upacara Perang Topat ditampilkan di Taman Lingsar oleh Masyarakat Hindu, Masyarakat Sasak dengan saling melemparkan Topat (Ketupat). Upacara ini berlangsung setelah selesai “Pedande” memuja yaitu selama periode “Rokok Kembang Waru” sekitar pukul 17.30. Perang Topat dilaksanakan setiap tahun pada saat purnama ke 6 menurut Kalender Sasak atau sekitar Bulan Nopember –Desember.

Alat Musik
NTB pun memilikibanyak  alat musik tradisional yang berasal dari daerah ini, kali ini saya akan membahas beberapa alat music diantaranya :
Genggongpada umumnya hanya memainkan lagu-lagu yang berlaras Slendro. Untuk membunyikannya, genggong dipegang dengan tangan kiri dan menempelkannya ke bibir. Tangan kanan memetik lidahnya dengan jalan menarik tali benang yang diikatkan pada ujungnya. perubahan nada dalam melodi genggong dilakukan dengan mengolah posisi atau merubah rongga mulut yang berfungsi sebagai resonator.
Idiokordo adalah Alat musik yang seperti siter berdawai tiga dengan cara di petik.
Alat musik ini disebut juga Tatabuhan.
Saroneadalah sebuah alat musik tiup. Alat musik ini  termasuk golongan aerofon yang berlidah. Sarone, dibuat dari dua bahan pokok yaitu buluh ( jenis bambu kecil) dan daun lontar. Terdapat lubang di alat music ini, ada yang berlubang 5 bahkan 6.

Sudah dijelaskan beberapa kebudayaan dan kesenian yang ada di daerah Nusa Tenggara Barat. Sebenarnya masih banyak kesenian dan kebudayaan yang di miliki oleh daerah ini, namun saya hanya menyebutkan beberapa diantaranya. Dengan kemajuan teknologi yang ada saat ini kita mampu mengetahui kebudayaan yang ada di Indonesia itu dengan mudah, dan mampu membuat kita bangga dengan kekayaan budaya yang di miliki Tanah Air, dan mampu membuat kita lebih cinta dengan Tanah Air. Dan sebagai generasi penerus bangsa yang baik sudah sepatutnya kita menjaga dan melestarikan budaya leluhur agar tidak punah dimakan oleh era modern dan budaya asing yang semakin meningkat


Rate it :

Kesenian Budaya Madura


Kesenian Budaya Madura



Madura merupakan pulau kecil yang letaknya di sebelah timur pulau jawa. Madura memiliki banyak kesenian dan kebudayaan yang sudah ada dari sejak lama. Madura memiliki kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan masyarakat-masyarakat pada umumnya, meskipun Madura masih berada di wilayah Indonesia tetapi faktor letak membuat kebudayaan-kebudayaan di Indonesia berbeda-beda, dari satu daerah-ke daerah lain, meskipun Madura masih satu provinsi dengan mereka.
Masyarakat Madura memiliki corak, karakter dan sifat yang berbeda dengan masyarakat Jawa. Masyarakatnya yang santun, membuat masyarakat Madura disegani, dihormati bahkan “ditakuti” oleh masyarakat yang lain. Jika masyarakat atau orang Madura mendapatkan suatu kebaikan maka dia akan membalasnya dengan kebaikan serupa atau bahkan lebih baik. Tetapi, jika dia disakiti atau diinjak harga dirinya, tidak menutup kemungkinan mereka akan membalas dengan yang lebih kejam.

Kebudayaan Madura
            Kebudayaan yang di miliki masyarakat Madura andara lain :

Bahasa Madura
Bahasa Madura mempunyai sistem pelafalan yang unik. Begitu uniknya sehingga orang luar Madura yang berusaha mempelajarinya mengalami kesulitan, khususnya dari segi pelafalannya. Bahasa Madura sama seperti bahasa-bahasa di kawasan Jawa dan Bali juga mengenal Tingkatan-tingkatan, namun agak berbeda karena hanya terbagi atas tingkat yakni :
·         Ja’ – iya (sama dengan ngoko)
·         Engghi-Enthen (sama dengan Madya)
·         Engghi-Bunthen (sama dengan Krama)
  
Rumah Adat
Rumah adat Madura memiliki halaman yang panjang atau yang terkenal dengan sebutan Tanian Lanjang yang berarti bukti kekerabatan masyarakat Madura. Rumah adat ini hanya memiliki satu pintu di depan. Agar pemilik rumah, dapat mengontrol aktifitas keluar masuk keluarga. Pintu ini dihiasi ukiran-ukiran asli Madura, dengan warna hijau dan merah, lambang kesetiaan dan perjuangan.


Senjata tardisional Madura
Senjata tersebut bernama clurit. Bentuknya melengkung seperti arit, mata celurit sangat runcing dan tajam. Gagangnya tebuat dari kayu atau logam.


Pakaian adat Madura
Pakaian adat masyarakat Madura untuk pria sangat identik dengan motif garis horizontal yang biasanya berwarna merah-putih dan memakai ikat kepala. Lebih terlihat gagah lagi bila mereka membawa senjata tradisional yang berupa clurit. Dan untuk wanita, biasanya hanya menggunakan bawahan kain batik khas Madura dan mengenakan kebaya yang lebih simple.


Tarian khas Madura :
·         Tari Sholawat Badar atau rampak jidor
Tari yang dimainkan oleh para dara ini merupakan tari yang menggambarkan karakter orang Madura yang sangat relegius. Seluruh gerak dan alunan irama nyanyian yang mengiringi tari ini mengungkapkan sikap dan ekspresi sebuah puji-pujian, do’a dan zikir kepada Allah SWT.

·         Tari topeng Gethak
Tari topeng 'gethak' mengandung nilai filosofis perjuangan warga Pamekasan saat berupaya memperjuangkan kemerdekaan bangsa. Gerakan tari topeng gethak mengandung makna mengumpulkan masa dimainkan oleh satu hingga tiga orang penari.

·         Tari Rondhing
Rondhing ini kan berasal dari "rot" artinya mundur, dan "kot-konding" artinya bertolak pinggang. Jadi tari rondhing ini memang menggambarkan tarian sebuah pasukan bagaimana saat melakukan baris-berbaris. Tari rondhing ditarikan oleh 5 orang.


Musik Saronen
Merupakan music khas Madura, dimana alat music tersebut berbentuk kerucut dan dimainkan dengan cara ditiup.


Upacara Sandhur Pantel
Upacara ritual untuk para masyarakat Madura yang berprofesi sebagai petani atau nelayan. Upacara ini menghubungkan manusia dengan makhluk ghaib sebagai sarana komunikasi manusia dengan Tuhan pencipta alam. Upacara ini berupa tarian yang diiringi music.


Karapan Sapi 
Merupakan kebudayaan Madura yang sangat terkenal. Karapan sapi ini merupakan lomba memacu sapi paling cepat sampai tujuan. Bertujuan untuk memberikan semangat kepada para petani agar tetap semangat untuk bekerja dan meningkatkan produksi ternak sapinya.


Penikahan Salep Tarjha
Pernikahan ini adalah pernikahan yang sangat dilarang oleh masyarakat Madura, karena dianggap dapet menbaca bencana dan musibah bagi para pelaku maupun keluarga dari pelaku pernikahan tersebut. Pernikahan Salep Tarjha adalah pernikahan 2 orang saudara.




Penjelasan diatas merupakan beberapa penjelasan mengenai kebudayaan yang ada di daerah Madura. Namun, masih banyak kesenian dan kebudayaan yang di miliki oleh daerah Madura. Jaga selalu dan lestarikan budaya yang dimiliki oleh daerah Madura. Bukan Madura saja tetapi budayakan dan lestarikan kebudayaan yang ada di tanah air kita yaitu Indonesia.



Rate it :

Kesenian Budaya Jawa Tengah

Kesenian Budaya Jawa Tengah


Indonesia terdiri dari banyak pulau dan beragam suku dan budaya. Indonesia memiliki banyak suku dan budaya yang berbeda-beda di setiap daerahnya. Karena beragamnya suku dan budaya di Indonesia, itu menjadi salah satu ciri khas Indonesia dan mampu banyak menarik para wisatawan lokal maupun manca Negara. Kali ini saya akan membuat artikel mengenai Kesenian budaya dari daerah Jawa Tengah.

Kebudayaan Jawa merupakan salah satu sosok kebudayaan tertua di Indonesia. Kebudayaan Jawa mengakar di Jawa Tengah bermula dari kebudayaan nenek moyang yang bermukim di tepian Sungai Bengawan Solo pada ribuan tahun sebelum Masehi. Fosil manusia Jawa purba yang kini menghuni Museum Sangiran di Kabupaten Sragen, merupakan saksi sejarah, betapa tuanya bumi Jawa Tengah sebagai kawasan pemukiman yang dengan sendirinya merupakan suatu kawasan budaya. 

Kebudayaan Jawa Tengah
Jawa Tengah memiliki banyak seni dan budaya. Diantaranya kesenian yang terkenal yaitu batik dan wayang yang kini sudah banyak di kenal bahkan sampai ke manca Negara. Berikut beberapa kebudayaan mengenai daerha Jawa Tengah :

Rumah Adat Jawa Tengah
Rumah adat Jawa Tengah di kenal dengan nama rumah Joglo. Joglo merupakan rumah adat Jawa Tengah yang terbuat dari kayu. Rumah ini mempunyai nilai seni yg cukup tinggi dan hanya dimiliki orang dari kalangan mampu. Rumah joglo berdenah bujur sangkar dan mempunyai empat pokok tiang di tengah yang di sebut saka guru, dan digunakan blandar bersusun yang disebut tumpangsari. Blandar tumpangsari ini bersusun ke atas, makin ke atas makin melebar.


Pakaian Adat Jawa Tengah
Pakaian tradisional kaum perempuan Suku Jawa khususnya Jawa Tengah pada umumnya sama yaitu menggunakan kebaya, kemben, dan kain tapih pinjung dengan stagen. Bagi para kaum laki-laki, khususnya kerabat keraton adalah memakai baju beskap kembang-kembang atau motif bunga lainnya. Pada kepala memakai destar (blankon), kain samping jarik, stagen untuk mengikat kain samping, keris dan alas kaki (cemila). Pakaian ini dinamakan Jawi Jangkep, yaitu pakaian laki-laki Jawa lengkap dengan keris.


Kesenian

  • Batik : Batik tidak hanya terkenal di daerah Jawa Tengah saja tetapi juga di daerah lain di Indonesia pun memiliki balik masing-masing. Namun setiap daerah memiliki motif yang berbeda. Di Jawa Tengah mempunyai motif dasar yang relatif terikat pada pakem tertentu. Motif-motif ini mempunyai sifat simbolis dan berlatarkan kebudayaan Hindu-Jawa.



  • Wayang Kulit : Kesenian wayang dalam bentuknya yang asli timbul sebelum kebudayaan Hindu masuk di Indonesia dan mulai berkembang pada jaman Hindu Jawa. Figur tokoh yang digambarkan untuk pertama kali adalah Batara Guru atau Sang Hyang Jagadnata yaitu perwujudan dari Dewa Wisnu.



  • Tari serimpi : Tari Serimpi adalah jenis tarian tradisional Daerah Jawa Tengah. Tarian ini diperagakan oleh empat orang penari yang semuanya adalah wanita. Jumlah ini sesuai dengan arti kata serimpi yang berarti 4. Menurut Kanjeng Brongtodiningrat, komposisi empat penari sebagai simbol dari empat penjuru mata angin yakni Toya (air), Grama (api), Angin (udara) dan Bumi (tanah). Sedangkan nama peranannya adalah Batak, Gulu, Dhada dan Buncit yang melambangkan tiang Pendopo.



  • Gamelan Jawa : Gamelan Jawa merupakan Budaya Hindu yang digubah oleh Sunan Bonang, guna mendorong kecintaan pada kehidupan Transedental (Alam Malakut)”Tombo Ati” adalah salah satu karya Sunan Bonang. Sampai saat ini tembang tersebut masih dinyanyikan dengan nilai ajaran Islam, juga pada pentas-pentas seperti: Pewayangan, hajat Pernikahan dan acara ritual budaya Keraton.



  • Ketoprak : Ketroprak merupakan suatu teater rakyat yang terkenal di Jawa Tengah.



Adat Istiadat
Ada beberapa adat istiadat yang biasa dilakukan masyarakat Jawa Tengah, diantaranya :
  • Pada saat usia kehamilan 7 bulan, diadakan acara nujuh bulanan atau mitoni.
  • Ketika bayinya lahir, diadakan slametan, yang dinamakan brokohan
  • Acara tedak-siten, yaitu acara dimana bayi yang berusia 245 hari untuk pertama kalinya menginjak tanah. Didalam acara itu si anak di masukkan kedalam kurungan yang sudah dihiasi pernak pernik.

  • Untuk acara pernikahan, biasanya masyarakat Jawa Tengah melakukan budaya pingit atau tidak boleh saling bertemu bagi mempelai pria dan wanita yang akan menikah.
  • Sehari sebelum acara pernikahan, biasanya diadakan acara siraman bagi para pengantin. Dimana air siraman tersebut sudah di campur dengan bermacam-macam bunga.

  • Upacara brobosan, yaitu punya cara melintas di bawah mayat yang sudah di tandu dengan cara berjongkok

  
Sudah dijelaskan beberapa kebudayaan yang ada di daerah Jawa Tengah. Masih banyak kesenian dan kebudayaan yang di miliki daerah Jawa Tengah ini. Dengan mengetahui kebudayaan yang ada di Indonesia mampu membuat kita bangga dengan kekayaan budaya yang di miliki Negara ini. Dan sebagai generasi yang baik seudah sepatutnya kita menjaga dan melestarikan budaya leluhur agar tidak punah dimakan oleh era modern dan budaya asing yang semakin meningkat.
Rate it :

Kesenian Budaya Jawa Barat


Kesenian Budaya Jawa Barat


Kebudayaan Provinsi Jawa Barat atau yang biasa dikenal dengan kebudayaan sunda, merupakan salah satu kebudayaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Budaya ini merupakan salah satu budaya tertua di Indonesia. Sebagai salah satu suku, budaya sunda merupakan salah satu cikalbakal berdirinya peradaban Nusantara. Budaya sunda sudah ada sejak berdirinya kerajaan Salakanaraga dan Tarumanegara.
Sunda berasal dari kata Su = Bagus atau Baik, segala sesuatu yang mengandung unsur kebaikan, orang Sunda diyakini memiliki etos atau watak atau karakter Kasundaan sebagai jalan menuju keutamaan hidup. Watak atau karakter Sunda yang dimaksud adalah cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), singer (mawas diri), dan pinter (pandai/ cerdas) yang sudah dijalankan sejak jaman Salaka Nagara sampai ke Pakuan Pajajaran, telah membawa kemakmuran dan kesejahteraan lebih dari 1000 tahun.
Makna kata Sunda sangat luhur, yakni cahaya, cemerlang, putih, atau bersih. Makna kata Sunda itu tidak hanya ditampilkan dalam penampilan, tapi juga didalami dalam hati. Karena itu, orang Sunda yang 'nyunda' perlu memiliki hati yang luhur pula. Itulah yang perlu dipahami bila mencintai, sekaligus bangga terhadap budaya Sunda yang dimilikinya. Namun, modernisasi dan masuknya budaya barat lambat laun mengikis keluhuran budaya Sunda, yang membentuk etos dan watak manusia Sunda.

Kebudayaan Sunda
Suku sunda memiliki berbagai macam kebudayaan daerah. Dari mulai pakaian tradisional, kesenian tradisional, bahasa daerah, dan masih banyak lagi. Berikut ini saya akan membahas beberapa kebudayaan mengenai suku sunda :

Pakaian Adat Sunda
Jawa Barat memiliki pakaian adat yang berbeda untuk laki-laki dan perempuan. Kain kebaya pada dasarnya digunakan perempuan di semua lapisan, baik rakyat biasan maupun bangsawan. Perbedaannya mungkin hanya pada bahan kebaya yang digunakan serta corak hiasnya.
Pakaian untuk laki-laki pada umumnya adalah baju takwa dan celana warna hitam, dilengkapi dengan kain dodot dan tutup kepala bendo terbuat dari kain batik halus bermotif sama dengan kain dodot. Untuk kesempatan resmi, pakaian perempuan Priangan dilengkapi dengan sehelai selendang berwarna sama dengan kebaya dan alas kakinya berupa sandal selop.
Pada bagian kebaya dari leher sampai ujung bawah kebaya surawe terdapat hiasandari pasmen, demikian pula pada sekeliling lengan dan pada seputar bawah kebaya. Sebagai penyambung belahan kebaya digunakan peniti.
Kelengkapan pakaian bagi kaum perempuan juga diperhatikan. Mereka pada umumnya memakai perhiasan gelang emas atau perak, gelang bahar, suweng pelenis baik yang terbuat dari emas atau perak, dan ali meneng. Sementara kaum laki-laki pada umumnya memakai cincin emas, hiasan jas di bagian dada, yang terdiri dari rantai emas atau perak dengan liontin dari kuku harimau.


Kesenian


  • Wayang Golek : Wayang Golek merupakan kesenian tradisional dari Jawa Barat yaitu kesenian yang menampilkan alur sebuah cerita. Wayang Golek adalah sebuah boneka yang memerankan tokoh tertentu dalam cerita pawayangan serta dimainkan oleh seorang Dalang dan diiringi oleh musik degung.
    • Degung : Degung merupakan kesenian khas Jawa Barat yang terdri dari gendang, goong, kempul, saron, bonang, kacapi, suling, rebab, dan sebagainya.


    • Jaipong : Merupakan tarian khas Jawa Barat yang di mainkan oleh satu orang atau lebih. Penarinya pun menggunakan pakaian khas Jawa Barat. Tari ini di ciptakan pada tahun 1960 oleh seorang seniman asal Bandung yang bernama Gugum Gumbira.


    • Rampak Kendang : Rampak Gendang ini adalah permainan menabuh gendang secara bersama-sama dengan menggunakan irama tertentu, pada umumnya dimainkan oleh lebih dari empat orang yang telah mempunyai keahlian khusus dalam menabuh gendang.


    • Angklung : Angklung adalah sebuah alat atau waditra kesenian yang terbuat dari bambu khusus yang ditemukan oleh Bapak Daeng Sutigna sekitar tahun 1938. Ketika awal penggunaannya angklung masih sebatas kepentingan kesenian local atau tradisional.


    • Pencak Silat : Pada awalnya pencak Silat ini merupakan tarian yang menggunakan gerakan tertentu yang gerakannya itu mirip dengan gerakan bela diri. Pencak silat dimainkan oleh dua orang atau lebih, dengan memakai pakaian yang serba hitam, menggunakan ikat pinggang dari bahan kain yang diikatkan dipinggang, serta memakai ikat kepala dari bahan kain yang orang sunda menyebutnya iket.
    • Sisingaan : Sisingaan merupakan kesenian yang berasal dari daerah Subang Jawa barat. Kesenian ini ditampilkan dengan cara menggotong patung yang berbentuk seperti singa yang ditunggangi oleh anak kecil dan digotong oleh empat orang serta diiringi oleh tabuhan gendang dan terompet. Kesenian ini biasanya ditampilkan pada acara peringatan hari-hari bersejarah.


    Bahasa

    Bahasa Sunda (Basa Sunda) merupakan Bahasa Tradisional Indonesia yang berasal dari sebuah bahasa dari cabang Melayu-Polinesia dalam rumpun bahasa Austronesia. Bahasa Sunda digunakan oleh orang Jawa Barat asli khususnya orang yang tinggal di daerah Tatar Sunda / Pasundan. Namun demikian, bahasa Sunda juga dipertuturkan di bagian barat Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Brebes dan Cilacap. 


    Di atas merupakan beberapa kesenian yan berasal dari Jawa Barat. Masih banyak kesenian yang dimiliki oleh suku sunda tersebut. Kebudayaan Jawa Barat ini merupakan salah satu kebudayaan yang ada di Indonesia. Masih banyak budaya yang ada di Indonesia dari Sabang sampai Marauke. Sebagai generasi muda alangkah baiknya kita berusaha menjaga dan melestarikan budaya luhur agar tidak punah dan di kleim oleh bangsa lain.
    Rate it :
     

    Blogger news

    Powered by Blogger.

    Popular Posts

    Menu

    Pages

    45ini.blogspot.com

    45ini.blogspot.com

    About

    Popular Posts

    TOP
    Copyright © 2016. HIT MAN - All Rights Reserved
    Distributed by: hit man